Rek Ayo Ngaji!




Berjalan ringan di trotoar Tunjungan 
memungut sisa huruf,
Dan kutunggu bedug menyapa.

Senandung ini tak sepi seperti dulu
riuh gemuruh kalam merdu-Nya
saling bersautan 
dari surau desa
ke masjid perkotaan

Akan ku sebrangi ramadhan ini
di tengah jelagat dosa puluhan purnama kemarin
Menanam bunga-bunga 
Kelak mekar menjadi gedung tinggi, 
dalam kecantikan paras surgawi
sulurnya mengangkatku 
menjadi perawan lailatul qodar.

Di angkasa Kau,
senandung kalam tartil yang ku baca terjun bebas
Membiarkan diri terjatuh
melawan udara
meninggalkan terik
dari jejak matahari

Di singgasananya,
ribuan doaku dan doanya terjeda.
Dan jatuh berserakan, 
tepotong kecil-kecil
 terguyur tangis pedas: rujak cingur.

Membiarkan ingatan bercucur airmata,
disaat kau mulai pergi melengkangi ku
Aku dibuat remuk redam 
oleh pesona asma-Nya


Dini hari, 19 Mei 2018
Zhlthfh

Posting Komentar

0 Komentar