Mengenang Rindu




kusisiri jalanan lengang
seraya membakar ujung jarum
sementara dian-dian berbisik menggoda;
memintaku kembali memungut
rindu yang berserak
kugelengkan kepala; menolak mereka
lir daun yang berpegang kuat pada tangkai
kala angin mengajaknya terbang

Perlukah ku tulis
sekumpul sajak sebagai penanda dramatis bahwa sudah seminggu
cerita tentang keterpisahan ini
mencabik separuh rinduku—

haruskah ku ciptakan puisi
atau elegi yang mendayu sebagai prasasti
yang akan kita ratapi dan tangisi

tentang rindu yang miris
 jarak pun menjadikannya sadis
Hingga sendu tak lagi mampu kutepis.

Ingin rasanya ku berlari di tepian darajat
Sekedar menemani separuh jiwaku yang mulai gontai
Sebab, kepergian kita diwaktu itu
Membuatku terpaku—
 didalam ruang kedap suara

Ah,
Swiss van Java
kau membuatku mengenang rindu
yang aku pun tak tahu
kapan bisa merayakan temu.


In memoriam; Garut, 15 Agustus 2018

Posting Komentar

0 Komentar