Dentuman suara yang memecah.
serpihan kaca jendela berhambur jadi debu.
segala bentuk melodi yang indah.
kini hanya tinggal abu.
Decitan suara memekak telinga.
aku rasa ini sudah batasnya.
jutaan hinaan tanpa disanggah.
membuat tuan melepas nafasnya.
Ketika pecahan demi pecahan tersebar.
danau beku tak lagi berkehidupan.
saat kau menguji orang sabar.
disaat itu kau dinanti hukuman.
Plakat bergambar dukacita.
hanya kiasan tanpa makna.
jutaan mimpi dan cita.
hanya tinggal air mata.
suara pecah di dalam sana.
ingin diakhiri hidupnya.
penat jiwa hidup di dunia.
hanya mati inginnya.
Aku tak lagi berlogika.
pikiranku penuh serpihan suara.
air mataku beku tak terseka.
bahkan aku tak bisa lagi bersuara.

0 Komentar