Prolog
Teruntuk Masku, disana—
Wajah kekasih, datang dari matahari jatuh
Siapa yang berani mengajaknya dansa?
Badannya beranak pinak, jadi udara pagi
Senyumnya bagai candu, anak kecil dengan gula kapas
Jadi aku buatkan dia sepotong bulan
Sepotong kugantungkan di langit, ketika kita sedang berbincang
Lalu, aku seduhkan dia segelas hujan
Sisanya kupanggil awan biar tenang, ketika kita sedang berbincang
Rumah-rumah tak berpenghuni berteriak nyaring
Pada manusia setengah bunga;
Engkau lelakiku
Mari berdansa denganku, hingga jiwa kita melayang satu per satu
Aku cinta kamu
kamu cinta aku💓

0 Komentar