[Kenangan Silam, Saling Bersengketa]
Percakapan tertinggal di dering jam pukul lima sore pada tubuh kekasihku. Ide tentang kesetiaan bersumber dari hukum moral. Pencarian konsep atas bunyi dan kenangan dimulai dari meninggalkan atap rumah tempat bercakap saat senja.
Tetapi seruputan kopi pahitnya menutup serangkai antimoni. Pejam mata berkuasa atas reaksi telinga yang resah.
Kondisi lain dari terjaganya kemalasan yang bertugas mengalirkan pikiran-pikiran liar. Tentang milik dan apriori kejatuhan.
benda pada perempatan nota belanja awal bulan.
“Kenangan adalah bahasa asing yang diterjemahkan seorang martir melalui asisten google.”
Ia meninggalkan atap rumah setelah berdamai dengan dering jam di tubuhku ini. Simpulan menderas di meja makan hampir lowbat.
Kenangan ternyata dapat dimakan seperti sarapan pahit, nasi goreng ketika terlalu banyak menambahkan garam didalamnya.
—Difraksi Kapsaisin
Aku merindumu tuan.
Senja kelam, 26 Februari 2019
#Celoteh
#Syair

0 Komentar