bisakah kita saling bicara, seperti tempo lalu??
ketika pertama bertemu
dengan suara dipelankan
tatapan ditundukkan
aku merindukan degup jantung tempo lalu
perasaan gembira seperti kanak-kanak:
takjub pada segala hal baru
sebuah tawa yang terbahak-bahak
sering kali berakhir tangisan,
entah karena apa
tapi usia tidak berhenti
sampai disitu
seumpama bola,
ia menggelinding di tanah lapang
disepak kaki-kaki takdir
menjauh dari cita-cita
seseorang akan memungutnya, mengembalikannya ke tanah lapang
disepak lagi hingga peluit menyudahi
masih bisakah kita bicara seperti dulu
saling memandang dengan tatapan teduh
dan suara rendah serupa bisikan
membayangkan suasana pagi yang syahdu
menunggu matahari muncul dari balik gunung itu
menghayati kesegaran daun-daun berembun
dan menanti binar matamu tepat sesudah lampu teras itu dipadamkan
adakah kau mengira segalanya hanya khayalan?
hanya harapan kosong yang berakhir sia-sia?
—Difraksi Kapsaisin
Hidup bukan melulu soal bahagiamu,
atau bahagiaku.
#Sastra
#Sajak
#Celoteh
#AnganKosong

0 Komentar