Selamat Hari Puisi Sedunia!!!



Mungkin benar jika ku berkata kau telah hilang. Sang penjelajah sepi dalam balutan malam.

Beritahu padaku,
apa arti semua ini?
terikat tanpa pengikat.
terlarut dalam kesedihan
tanpa air mata.

Aku tak mencoba menyatu
bukan bagian dari diriku
selalu melihat langit padam
seperti malam-malam sebelumnya,
namun kali ini rasanya berbeda.
sungguh terharu
dengan ‘mungkin’
menjadi ‘pasti’.

Kini kau ada, di sini.
dalam hening mendengar detakmu,
dalam dingin mendekap hangatmu.
dalam sepi terdengar bisikmu "aku tak akan kemana, dan aku tak pernah kemana".

Namun aku takut jika harus meminta,
kau yang selalu menjadi milik semesta.
Ku pikir, aku telah melihat lekuk detil
bermacam pola garis yang melintang
di depan mataku.
Rasanya garis-garis itu semakin menegas.

Kau benar,
sesungguhnya aku dan kau—
adalah lebih.
Seperti sang langit kelabu
menyimpan sejuta cahaya dibaliknya,
dalam legam tiada akhir.

Sungguh,
aku memujamu.


—Difraksi Kapsaisin
Aku pemujamu, abadi-abadi rasa ini.

#MasihTentang
#Ucapan
#HariPuisiSedunia
#Ecie

Posting Komentar

0 Komentar