Aku menulis beberapa surat, berisi tentang kabarku tanpamu.
aku tak tau akan kukirim
pada siapa surat ini, linglung.
Kuhampiri burung disamping bilik asmara ini,
banyak burung- burung kecil,
kukira mereka tau maksudku.
Namun yang mereka lakukan
malah menyerigai mengejekku;
melatuki kakinya lalu terbang senang.
Sial, batinku.
Dibalik pagar ada segerombolan rumput,
mereka juga tidak mengerti apa maksudku;
bahkan tidak bergoyang untukku
seperti lagu-lagu itu.
Mendung pun datang, hitam pekat—
pertanda kesengsaraan
menghampiriku.
Aku memohon untuk tidak hujan
tapi kata Tuhan akan hujan.
Aku menangis dipojokan
dekat pot bilik asmara ini
lalu hujan turun banyak,
mengeroyokiku.
Tuhan berkata "dia suka hujan"
aku meringkuk senang.
Surat-surat ini tak perlu kukirim,
kau sudah bersama
dengan hal yang kau sukai.
Setidaknya sesuatu yang kau
senangi sedang bersamamu🕊
—Difraksi Kapsaisin.
I like ur smile, when its raining.



0 Komentar