Surat untuk Masku



Surat untuk Mas Rimbun

Masku, Kamu perlu tau.

Jarak antara kita yang dibentangkan Bandung–Jakarta yang berbeda tidaklah benar-benar jauh. Ada banyak kisah pertemuan dari dua manusia bahkan dari belahan bumi yang berbeda. Dari spektrum peradaban pula yang berbeda. Lantas apa yang perlu di khawatirkan soal jarak?

Soal kedekatan hati dan keyakinan bulat bahwa semesta akan mempertemukan dua keinginan manusia benar-benar kita yakini. Kau tau mas, aku benar-benar yakin soal itu. Urusan akhir perjuangan akan seperti apa tak begitu peduli.

Sekarang aku tanya tentangmu; apakah kamu yakin dengan jarak yang harus kita perjuangkan? Apa kamu juga yakin bahwa setelah masa ini kau rela untuk berjuang pada hal-hal yang lebih besar lagi? Apa kamu juga yakin akan kecukupan rezeki yang Allah janjikan?



Jika kamu yakin akan semuanya, tidak ada yang perlu kau risaukan lagi; soal jarak, soal restu atau soal besaran mahar. Aku cuma butuh keyakinanmu saja. Kita perjuangkan dulu apa yang memang kita bisa perjuangkan saat ini.

Untuk itu, aku memohonkanmu bersabar dan tetap berjuang. Aku bukan menghilang aku hanya menunggu sembari memantaskan. Aku bukan lari, aku hanya gigih diri. Aku tidak menghubungi bukan karna tak rindu, aku hanya ingin menjagamu. Tunggulah, satu tahun tak akan lama. Kecuali jika kamu benar-benar memendam rindu. Akupun begitu.


Depok, 17 Agustus 2019

Belum menjadi kasihmu,
 Difraksi Kapsaisin

Posting Komentar

0 Komentar