Pura–Rupa Kita
Kali ini kita perlu berpura-pura;
bertingkah, seakan dunia
di balik jendela tak pernah ada.
Pikirkanlah juga,
bahwa senandung jangkrik,
tarian-tarian serangga
penghibur malam yang bisu, tiada.
Sebentar saja—
Ku ingin kau tak lagi menghitung
sisa waktu kita untuk bersama,
setidaknya sampai fajar datang;
menyadarkanmu akan tirai
yang mesti dibuka.
Lalu, kau memohon
pada mentari pagi untuk membelai wajahku;
bangunkan aku dengan cahaya hangatnya.
bangunkan aku dengan cahaya hangatnya.
Sungguh, sayang,
sudah cukup kita mengembara
berlari-lari dari hal-hal
kemarin dan esok hari.
Sebab, senyatanya
kita tak punya apapun
selain surga dan sekarang.
Dan satu-satunya yang bisa kita lakukan,
hanya bersenang-senang.
—Dk kepada Sy.
Selain surga & sekarang, 11/09/19.


0 Komentar